5 Gagal Paham Tentang Toleransi



Contoh sikap toleransi menurut Wikipeda antara lain: menghargai pendapat dan/atau pemikiran orang lain yang berbeda dengan kita serta saling tolong-menolong untuk kemanusiaan tanpa memandang suku/ras/agama/kepercayaannya. Namun kebanyak dari kita suka salah dalam mengartikannya. Kadang mempersempit maknanya, kadang melebih-lebihkan.

1. Menganggap Semua Agama Benar

Kita memang tidak boleh merasa diri paling benar, tapi kita harus meyakini bahwa agama yang kita anut adalah agama yang paling benar. Tidak ada yang salah ketika menganggap agama lain belum benar, yang salah ketika menunjukkan anggapan itu dengan perkataan yang kasar dan tidak beretika. Sebaik-baik menunjukkan kebenaran adalah dengan teladan dan ajakan yang sopan.

2. Menilai Agama Lain dengan Perspektif Agama Pribadi

Agama yang satu dengan agama yang lain pada dasarnya adalah dua konteks yang berbeda. Namun ia sebenarnya ada dalam satu konteks besar yang sama yaitu konteks ketuhanan. Logika dan bahasa disuatu agama tertentu terkadang bertentangan dengan agama yang lain. Oleh karena itu, dibutuhkan logika dan bahasa ‘jembatan’ untuk menghubungkan kedua konteks agama agar terjalin komunikasi yang baik. Bukan sembarang menuduh dan berkomentar pada seseorang yang agamanya berbeda, tapi menilai berdasarkan pertimbangan dari dua perspektif.

3. Ikut Merayakan Hari Raya Agama Lain

Toleransi tidak berarti harus ikut serta dalam momen perayaan agama lain, termasuk mengucapkan ungkapan selamat. Karena perayaan keagamaan merupakan ibadah bagi pemeluknya. Toleransi bukan bagaimana menyatukan hal-hal yang mesti dirayakan, tapi menyatukan pemahaman bahwa kita memiliki hari raya yang berbeda. Cukup saling menghormati dengan cara tidak saling mengganggu.

4. Agama dan Politik adalah Dua Hal yang Harus Dipisahkan

Terlalu mengagungkan Pancasila lantas mengabaikan pertimbangan agama dalam penentuan kebijakan publik justru adalah tindakan intoleran. Nilai persatuan dalam Pancasila memiliki fungi untuk mengakomodir segala pertimbangan  suku, agama, ras, dan golongan untuk dimusyawarahkan dalam menentukan keputusan.

5. Membiarkan Paham Apapun untuk Berkembang atas Dasar HAM

Beberapa paham, gerakan, dan tindakan yang dianggap menyimpang di Indonesia antara lain LGBT, Syiah, ISIS, Yahudi, dan Komunis. Sebagian aktivis HAM menganggap bahwa apa yang sudah pemerintah lakukan selama ini adalah tindakan intoleran dan telah melanggar HAM.

Katanya, setiap manusia berhak mendapatkan kebebasan asal tidak merugikan orang lain. Namun apakah benar demikian? Kita butuh kaji ulang, karena keputusan pemerintah bukan hanya persoalan pertimbangan HAM, tapi juga SARA. Bukan hanya pertimbangan kebebasan tapi juga kebudayaan.

Comments